Tampilkan postingan dengan label Merokok Sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merokok Sehat. Tampilkan semua postingan

Tetap Merokok, Tapi Jadi Perokok Aktif yang Baik

Tetap Merokok, Tapi Jadi Perokok Aktif yang Baik

Sekalipun saya tahu bahwa memang kemungkinan akan bahayanya mengkonsumsi rokok dalam kurun waktu tertentu atau lama, tidak membuat saya untuk mengambil keputusan untuk berhenti merokok. Bagi saya merokok adalah tetap merokok dan tak ada alasan untuk meninggalkan karena rokok adalah sebuah barang yang sudah menjadi seperti kebutuhan hidup. Dan sebenarnya asumsi saya sendiri bahwa kita akan tetap bisa hidup sehat tanpa harus berhenti merokok, asalkan pola hidup sehat kita terjaga. 

Dalam postingan saya tentang rokok itu berbahaya, cari tahu yuks cara menyiasatiya, seperti diketahui bahwa rokok bukan sepenuhnya atau 100% faktor utama penyebab 4 (empat) hal yang sering dikampanyekan pemerintah di setiap bungkus kemasan rokok, yaitu kanker paru, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Menurut saya pilihan untuk merokok bukanlah sebuah pilihan yang buruk sepanjang para perokok itu sendiri bisa menunjukkan sikap yang baik dalam pola pikir, perilaku maupun tindakaan baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Pengetahuan dan kesadaran akan tata cara merokok yang baik itu sendiri sering sekali tak dilakukan ataupun diketahui oleh para pelaku perokok aktif. Sering kita melihat sikap ataupun kebiasaan para perokok aktif yang masih saja merokok di kawasan area publik seperti di dalam bus, di sela antrian tiket, di kerumunan tontonan bahkan di antara anak-anak kecil dan ibu hamil. Penggunaan rokok sebagai bahan penunjang aktifitas keseharian kita pun harus disiasati secara bijaksana. Konsumsi rokok yang melebihi batas atau dengan kata lain melebihi dosis juga tidak dianjurkan. 

Kalau saya sendiri, dalam membiasaan konsumsi rokok dalam sehari hanya di kisaran angka 12-20 batang rokok/hari. Itu pun saya sesuaikan dengan kandungan tar dan nikotin dalam bungkus rokok itu sendiri. Sebagai contoh jika yang saya konsumsi rokok dengan merk "M" maka kebijakan saya adalah cuma boleh untuk mengkonsumsi 20 batang/hari. Dan jelas berbeda jika yang saya konsumsi adalah rokok dengan merk "S" yang hanya cukup 12 batang/hari saja. Kenapa bisa demikian ? iya karena kandungan tar dan nikotin yang terkandung dalam kedua merk rokok tersebut berbeda satu dengan yang lain. Kandungan tar dan nikotin pada merk rokok "M" jauh lebih kecil dari pada merk rokok "S' sehingga disini saya berusaha untuk menyetarakan atau meyeimbangkan konsumsi tar dan nikotin ke dalam tubuh tiap harinya.

Berikut tips yang perlu diperhatikan oleh kaum perokok :
  1. Jangan merokok di tempat umum : Pasal 22 dari Peraturan Pemerintah NO 19 tahun 2003 menyatakan jika tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempa yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum dinyatakan sebagai kawasan bebas tanpa rokok.
  2. Jangan merokok dikawasan dilawang merokok. Sebagai catatan, di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Bandung sudah menerapkan peraturan sekaligus sangsi yang cukup tegas bagi para pelanggarnya.
  3. Jangan merokok di tempat tertutup, termasuk kawasan pabrik perkantoran, ruangan rapat, ruangan sidang dan sejenisnya.
  4. Merokoklah di kawasan yang sudah disediakan khusus untuk merokok.
  5. Tidak merokok di kalangan orang yang tidak merokok karena dapat menyebabkan adanya perokok pasif.
  6. Tidak merokok di kalangan anak-anak di bawah umur, ini juga berlaku untuk setiap orang sekalipun di dalam rumah, baik orang tua maupun anggota keluarga lainnya.
  7. Pimpinan atau penangggungjawab tempat kerja wajib melarang staf  dan pegawainya untuk tidak merokok di tempat kerja.
  8. Khusus bagi wanita perokok, sebaiknya tidak merokok saat hamil maupun menyusui, karena ini tidak baik bagi kesehatan janin dan kualitas mutu ASI
Merokok itu "baik" asalkan, si perokok bisa meciptakan iklim yang kondusif bagi kesehatan, menciptakan toleransi dan bahasa komunikasi yang baik antara perokok dan bukan perokok dan menerapkan kesadaran akan pola hidup yang sehat. Sehingga hidup sehat akan terus tetap jalan, tanpa harus berhenti dan ketinggalan merokok. Silahkan baca postingan tentang merokok itu sehat.

Demikian ulasan artikel tentang "tetap merokok, tapi jadi perokok aktif yang baik" diatas, bisa menjadi referensi bagi anda untuk lebih mengenal tentang bagaimana cara menjadi perokok aktif yang baik. Mulai sekarang kenalilah tubuh anda sendiri dan tanamkan untuk selalu hidup sehat.

Jangan lupa beri KOMENTAR dan klik tombol LIKE atau SHARE jika artikel kesehatan berikut ini bermanfaat dan layak untuk disebarkan sebagai informasi kesehatan kepada teman anda.

Rokok Itu Berbahaya, Cari Tau Yuks Cara Menyikapinya?

menyikapi bahaya merokok

Bagi saya sebagai perokok aktif, sebatang rokok adalah kawan dalam hal aktifitas apapun kecuali tidak pada aktifitas tidur. Mestipun sudah diperingatkan tentang bahaya merokok itu sendiri berdampak pada kesehatan seperti penyebab kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin, tak mengurangi niat saya untuk berhenti merokok. Sebaliknya hal yang perlu kita pelajari disini adalah bagaimana kita bisa tetap melakukan aktifitas merokok tanpa harus perlu kuatir akan kesehatan tubuh kita, tentunya dengan mencegah bahaya merokok itu sendiri dan memahami penyakit yang disebabkan oleh merokok.

A. Kanker Paru-Paru

Karsinoma bronkogenik atau kanker paru adalah tumor ganas paru primer yang berasal dari saluran nafas. Laporan pertama tentang kanker paru disampaikan oleh Agricolap pada tahun 1527 dan Van Swieten pada tahun 1747. Data RS. Dr. Soetomo, Jawa Timur untuk kurun waktu waktu 1974-1978 menunjukkan bahwa karsinoma bronkogenik menduduki urutan kelima dari seluruh kasus kanker yang pernah dirawat, bahkan pada penderita pria menduduki peringkat kedua setelah kanker hati. 

Beberapa fakta tentang penderita dengan resiko kanker paru tertinggi di antaranya adalah :
  1. Laki-laki : Berdasarkan survei epidemiologis kanker paru atas dasar jenis kelamin pada umumnya melaporkan perbandingan kasus laki-laki dibandingkan perempuan memiliki perbandingan sebesar 5 : 1.
  2. Umur 40 Tahun Ke Atas : Survei epidemiologis kanker paru umumnya melaporkan bahwa kurang lebih 90% kasus, didapatkan pada penderita di atas umur 40 tahun. Di Amerka Serikat sendiri, 90% berusia di atas 40 tahun sedangkan di Indonesia angka tersebut berada pada kisaran persentase 84% kasus.
  3. Perokok Berat : Berdasarkan laporan epidemiologis dalam hal resiko hanya dikaitkan dengan rokok putih (cigarette) yaitu jumlah lama serta cara merokok. Beberapa data perihal ini, yang usdah banyak dilaporkan, adalah makin banyak rokok/hari (>20 batang/hari) dan makin lama merokok (>10-20 tahun) serta kebiasaan inhalasi dalam pernyalaan kembali puntung rokok, kesemuannya ini mempertinggi resiko terkena kanker paru.
  4. Pekerjaan : Pekerjaan di bidang asbestos, arsenukum, kromium, nikel besi, uranium, gas mustard, kesemuanya mempunyai resiko yang tinggi daripada pekerja di bidang lain dalam hal faktor mendapatkan kanker paru.
Gejala klinik yang banyak dihubungkan dengan kanker paru adalah batuk darah, penurun berat badan lebih dari 4 kilogram/6 bulan, stridor unilateral, batuk yang hebat serta batuk lama. Karsinoma bronkogenik mempunyai prognosa yang jelek dan mempunyai mortalitas yang amat tinggi, dibandingkan kanker ganas lainnya, Tingkat kematian oleh kanker paru menduduki peringkat kedua setelah karsinoma pankreas. 

Terdapat cukup banyak fakta untuk menghubungkan rokok dengan karsinoma bronkogenik, terutama bronkogenik dari jenis karsinoma epidermoid dan karsinoma jenis oat sel. Bahan-bahan karsinogenik dalam asap rokok adalah antara lain polomoum 210 dan3,4 benzypyrene. Penggunaan filter pada rokok dikatakan dapat menurunkan resiko terkenannya karsinoma bronkogenik, namun pasti tetap lebih tinggi dibandingkan dengan bukan perokok tentunya.

Lantas bagaimana cara menyikapinya bahaya karsinoma bronkogenik atau kanker paru, jika kita sebagai perokok aktif. Ada beberapa kiat-kiat yang perlu kita lakukan supaya dampak akan resiko kanker paru-paru dalam penggunakan rokok bisa diminimalisir, diantaranya sebagai berikut :
  1. Selektif terhadap makanan : Perbanyak makan sayuran yang berwana kuning atau hijau seperti kubis, kubis bunga, kubis tunas, kubis rabi, brokoli dan kale, karena banyak mengandung vitamin C, mineral, klorofil, dan fitonutrien lainnya yang dapat melindungi tubuh dari kanker. ekstrak barang putih dapat dituakan secara alami juga berkhasiat sebagai antioksidan yang dapat menetralkan radiasi bebas. Kurangi makan makanan yang diasinkan, dibakar, diasap atau diawetkan dengan nitrit karena makanan tersebut dapat menghasilkan senyawa kimia yang dapat berubah menjadi karsinogen aktif.
  2. Olahraga yang cukup dipercaya bisa memperlancarkan peredaran darah, memperkokoh kekebalan tubuh terhadap penyakit dan memperlancar metabolisme tubuh.
  3. Istirahat yang cukup
  4. Pencegahan dengan mengkonsumsi Simplisia : Simplisia adalah bagian tumbuhan obat seperti daun, bunga, ranting, kulit batang, kulit akar, umbi rimpang dan sebagainya yang mempunyai khasiat menyembuhkan. Beberapa jenis simplisia yang berkhasiat sebagai antikanker adalah umbi lapis atau bawang putih, bunga dan daun dari waru landak, daun dari baru cina, buah dari tanaman Gua lou, Sporophore atau mycelium dari jamur Ganoderma lucidum, herba dari tanaman sambiloto, tanaman cakar ayam, tanaman daun kentut dan tanaman luenca.
B. Impotensi

Konsumsi rokok dalam jumlah, lama, dan usia tertentu oleh para ahli medis ditengarai sebagai salah satu penyebab impotensi dengan salah satu kasus yang sering terjadi yaitu kasus disfungsi ereksi. Menurut WHO, seperti yang dikemukakan oleh 1st Internasional Consultation on ED pada tahun 1999 di Paris, yang dimaksud dengan disfungsi ereksi (ED) adalah ketidakmampuan seorang pria, baik secara konsisten atau berulang untuk mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk bisa melakukan hubungan intim yang memuaskan. Dari hasil penelitian menyebutkan bahwa jika laki-laki yang merokok lebih dari 20 batang dalam seharinya tampaknya akan cenderung mengalami impotensi 40% lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Mestipun sebenarnya merokok bukan satu-satunya penyebab impotensi, banyak faktor seperti hipertensi, kolesterol, obesitas, diabetes mellitus dan kurangnya berolahraga adalah faktor utama penyebab impotensi sendiri.

Lantas bagaimana cara menyikapi dalam hal pencegahan dan penanggulangan akan akibat impotensi ini bagi penderita perokok aktif. Beberapa tips berikut mungkin bisa sebagai panduan untuk anda terapkan tanpa anda harus berhenti merokok sekalipun, diantaranya :
  1. Seleksi terhadap Makanan : Banyak makanan buah-buahan dan sayuran yang berwarna hijau dan kuning, perbanyak konsumsi tauge yang dipercaya bisa menambah hormon testosteron, bawang putih, perwaceng, pasak bumi, dan Ginkgo biloba.
  2. Istirahat yang cukup
  3. Olahraga yang rutin
  4. Hindari stres
  5. Mengonsumsi afrodisiaka : Beberapa jenis tanaman yang memiliki fungsi sebagai afrodisiaka atau pembangkit gairah erotis adalah bawang putih, pimpinella pruacen dan pasak bumi.
  6. Mengonsumsi Simplisia.
C. Jantung

Jantung adalah bagian tubuh yang sangat vital dan penting peranannya dalam keberlangsungan hidup manusia.dengan fungsi secara terus-menerus memompa darah keseluruh tubuh. Kebiasaan merokok sering dituding sebagai penyebab terjadinya penyakit jantung koroner. Padahal kalau kita ketahui sebenarnya banyak faktor lain yang sebenarnya juga turut membantu terjadinya penyakit ini, diantaranya kolesterol dan obesitas. Penyakit jantung koroner berhubungan dengan penyempitan atau tersumbatnya pembuluh darah koroner yaitu pembuluh darah bagi jaringan jantung.

Dua bahan terpenting dalam asap rokok yang berkaitan dengan penyakit jantung adalah nikotin dan gas CO. Asap rokok mengandung sekitar 3% nikotin, dan kalau dihisap maka kadar nikotin dalam darah akan berkisar antara 40-50 mg/ml dan masuknya zat kimia ke dalam sistem pembuluh darah yang disebut eatecolamine. Begitu juga dengan gas CO, gas CO dalam setiap batang rokok adalah sekitar 3% sampai 6%. Gas CO mempunyai kemampuan mengikat zat hemoglobin di dalam darah dan akibatnya hemoglobin tidak dapat mengikat oksigen dan tubuh jadi kekurangan oksigen.

Lantas bagaimana cara menyikapi dalam hal pencegahan dan penanggulangan akan akibat jantung koroner ini bagi penderita perokok aktif. Beberapa tips berikut mungkin bisa sebagai panduan untuk anda terapkan tanpa anda harus berhenti merokok sekalipun, diantaranya :
  1. Seleksi terhadap Makanan : Banyak makanan buah-buahan dan sayurandan hindari mengkonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi. Hal ini disebabkan karena semakin tinggi kolesterol dalm darah semakin besar kemungkinan seseorang mengalami serangan jantung. Dan juga hindari makanan yang berkabohidrat tinggi semacam tepung dan gula juga akan menaikkan kadar triglycerides dalam tubuh karena kabohidrat berinteraksi dengan lemak jenugh menghasilkan triglycerides yang berakibat buruk baik kinerja jantung.
  2. Istirahat yang cukup
  3. Olahraga yang rutin
  4. Banyak mengkonsumsi air putih : Faktanya konsumsi air yang kurang ke dalam tubuh sangat memungkinkan terjadinya penyakit jantung koroner.
  5. Mengonsumsi Simplisia : Ada beberapa jenis simplisia yang sangat berguna bagi pencegahan ataupun penanggulangan sakit jantung, diantaranya adlah daun dari tanaman baru cina atau daun hia, sporophore atau mycelium dari jamur Ganoderma lucidum, akar dari tanaman ginseng, dll.
D. Gangguan Kehamilan dan Janin

Dari berbagai penelitian medis menyatakan jika wanita hamil yang merokok dipastikan memasukkan ribuan gas kimia yang berbahaya, seperti karbon monoksida, dan nikotin kedalam aliran darahnya. Dan kemudian aliran darah tadi membawa gas-gas tersebut ke dalam plasenta si bayi. Akibatnya, bayi kekuarangan jatah aliran oksigen. Selain karena adanya zat kimia tersebut, diketahui juga bahwa merokok bisa mempengaruhi kemampuan tubuh si ibu dalam menyerap vitamin B dan C serta asam folik. 

Padahal, kekurangan asam folik ketika hamil akan menyebabkan bayi mengalami kelainan tabung syaraf. Merokok juga dapat menaikkan resiko keguguran pada ibu hamil, bayi lahir dalam keadaan meninggal, cacat atau bahkan terserang sudden infant death syndrome (SIDS), yaitu si bayi meninggal mendadak, tanpa diawali oleh sakit apapun. Merokok pada masa selama kehamilan dan hingga setelah persalinan sebanarnya tidak dibenarkan untuk wanita hamil, ini karena saluran nafas bayi yang masih sangat lemah sehingga dikuatirkan adanya kemungkinan terluka oleh asap rokok dan juga tentunya untuk menjaga kualitas dan mutu terhadap ASI ibu itu sendiri.

Lantas bagaimana cara menyikapi dalam hal pencegahan dan penanggulangan bagi penderita perokok aktif. Beberapa tips berikut mungkin bisa sebagai panduan untuk anda terapkan, diantaranya :
  1. Asupan gizi yang berimbang : Kebanyakan kasus gangguan kehamilan dikarenakan oleh asupan gizi yang kurang. Oleh karena itu semasa kehamilan dianjurkan untuk menambah konsumsi makanan segar dan bergizi dan selektif terhadap makanan tertentu.
  2. Mengonsumsi Simplisia : Ada beberapa jenis simplisia yang sangat berguna bagi pencegahan ataupun penanggulangan akan gangguan kehamilan diantaranya adalah daun dari tanaman Artemisia argyi Levyl, buah masak dari tanaman Psoralea corylifolia atau bu gu zhi, dan lain sebagainya.
  3. Kontrol kesehatan secara rutin
  4. Hindari rokok, khusus bagi ibu hamil, apabila anda perokok berat dan sulit menghentikannya sama sekali, setidaknya diusahakan untuk mengurangi atau mengganti dengan rokok yang lebih ringan. Kurangi konsumsi rokok tiap harinya dan sebaiknya bagi ibu hamil yang tidak merokok sekalipun sebaiknya menjauhlah dari lingkungan berasap rokok.
Sekian dulu catatan saya, kalau masih berminat mau lanjut membacanya !!. Buat Anda yang mau tahu agar menjadi perokok aktif yang baik, silahkan baca postingan Tetap Merokok, Tapi Jadi Perokok Aktif Yang Baik !!.

Jangan lupa beri KOMENTAR dan klik tombol LIKE atau SHARE jika artikel kesehatan berikut ini bermanfaat dan layak untuk disebarkan sebagai informasi kesehatan kepada teman anda.

Karena Faktanya Rokok Masih Menjadi Favorit Dan Ladang Uang

rokok tetap menjadi favorit dan ladang uang

Mari kita lihat di Indonesia saja, karena faktanya Indonesia merupakan konsumen rokok tertinggi kelima di dunia dengan jumlah rokok yang dikonsumsi pada tahun 2002 saja sudah sebanyak 182.000 miliar batang rokok, setelah Republik Rakyat China (1.697.291 miliar), Amerika Serikat (463.504 miliar), Rusia (375.000 miliar) dan Jepang (299.085 miliar). Data survei Kesehatan Nasional tahun 2001 mendapatkan 54,5% laki-laki dan 1,2% wanita INdonesia berusia lebih dari 10 tahun adalah perokok aktif. Konsumsi rokok di Indonesia adalah 770 batang per kapita. Dan ironisnya sekitar 28.3% perokok adalah tergolong ke dalam sosial ekonomi rendah. dimana mereka membelanjakan rata-rata 15-16% dari pendapatannya dalam sebulan untuk membeli rokok.

Tekanan ataupun propaganda antirokok sekalipun telah banyak dilakukan, namun sepertinya ini sama sekali tak berpengaruh terhadap perilaku konsumsi merokok itu sendiri. Dari tiga tahun (2001-2004) jumlah perokok naik dari 31.3% ke angka 34.4% atau bisa dikatakan lebih dari 50juta orang dewasa adalah perokok. 

Rokok dan Keberlangsungan Ekonomi

Di Indonesia sendiri, sumbangsih dari cukai rokok itu sendiri terhadap perekonomian negara cukuplah berpengaruh. hal ini telah ditunjukan pada grafik yang terus meningkat dan unik. Kenapa unik, karena pada tahun 50-an ketika keadaan perekonomian Indonesia tengah dalam posisi terpuruk dengan nilai inflasi tinggi, namun justru pada tahun tersebut ditemui adanya pemasukan cukai rokok tembakau yang justru terus menanjak. Dan ini membuktikan bahwa rokok masih tetap menjadi favorit dan ladang uang.

Bahkan data tentang pemasukan cukai tembakau di tahun 1990-2000-an sekalipun tetap memberikan hasil kurva yang terus menaik. Jika pada periode tahun 1962 saja penerimaan negara dari cukai tembakau sebesar Rp 9.20 Miliar yang merupakan 21.70% dari jumlah pemasukan berbagai macam pajak dan bea di tanah air pada waktu itu. Pada tahun 1972 lebih dari Rp 20 Miliar, tahun 1976 di atas Rp 50 Miliar dan 1985-1986 telah berjumlah Rp 865 Miliar. Dan pada pengujung tahun 2007 penerimaan negara dari cukai rokok sudah menjadi sebesar Rp 42 Triliun. Luar biasa signifikan sekali bukan, hal ini karena pajak yang diterima Pemerintah dari hasil penjualan rokok sudah mencapai sebesar 48.4%. Dengan rincian ketetapan pita cuaki rokok sebesar 26-40% dari harga jual dan ditambah dengan Pajak Pertambahan Nilai (Ppn) sebeasr 8.4%.

Peranan lainnya yang tak kalah pentingnya adalah dalam kesempatan kerja yang diberikan industri rokok terutama keretek kepada masyarakat luas khususnya sekitaran lingkungan tempat pabrik rokok itu berdiri. Bahkan saai ini, industri rokok mempekerjakan lebih dari 10 juta tenaga kerja baik dari hulu hingga ke hilir. Di luar itu masih terdapat ratusan ribu hingga jutaan orang yang mendapatkan pekerjaan dari berbagai macam perusahaan yang berhubungan dengan industri rokok itu sendiri, diantaranya mulai dari perusahaan advertising atau periklan dan percetakan, perusahaan jasa angkut dan pengiriman hingga dalam tahap ekonomi mikro yaitu para pengecer rokok di warung dan bahkan penjual rokok asongan.

Rokok adalah Usaha yang Paling Menguntungkan

Merokok bagi sebagian masyarakat Indonesia sudah menjadi pola perilaku. Konsumsi tembakau di Indonesia dalam 30 tahun terakhir telah terjadi peningkatan dari angka 33 milyar batang per tahun pada tahun 1970, menjadi 230 milyar batang pertahun pada tahun 2006.  Bahkan pada tahun 2006 berdasarkan survei dari The Jakarta Global Youth Suvery melaporkan bahwa lebih dari sepertiga pelajar (37,3%) dilaporkan biasa merokok. Dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa 3 diantara 10 pelajar menyatakan pertama kali merokok pada umur di bawah 10 tahun, yaitu dalam kisaran angka 30.9%.

Tingkat konsumsi yang tinggi inilah yang menyebabkan bahwa usaha di bidang rokok masih saja tetap menguntungkan, Besaran tarif rata-rata cukai rokok di Indonesia pun hanya 31.5%, persentase yang terbilang rendah jika di bandingkan dengan besaran cukai dari beberapa negara terdekat Indonesia sebut saja Thailand dengan 62.79%, Filipina 63% dan Singapura 85%. Sehingga tentu dalam hal ini dapat pula menjadikan alasan kenapa konsumsi rokok di Indonesia cukup sangat tinggi, belum lagi ditambahkan dengan fakta bahwa kelompok yang paling miskin di Indonesia menggunakan sampai 15% pendapatan mereka untuk membeli rokok. Dan Itu pun untuk besaran pajak cukai tembakau juga dibebankan kepada konsumen akhir.

Bahkan sudah terbukti pada sekitaran tahun 1998, saat krisis moneter yang paling parah, industri rokok justru malah berhasil mengeruk keuntungan, sebut saja Gudang Garam dengan nilai keuntungan Rp 1.1 Triliun atau naik dari Rp 907 miliar dari tahun sebelumnya. Begitu pun juga dengan HM Sampoerna yang pada waktu itu membukukan banyak kerugian lantaran rugi akibat kenaikan nilai tukar valuta asing, tak lama sesudahnya berhasil merekstrukturisasi utangnya dan kembali meraih untung.

Rokok Tetap  Menjadi Favorit Mesti Itu Beresiko

Rokok memang favorit sekaligus eksentrik. Konsumsi rokok terus meningkat sekalipun catatan medis menyatakan rokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Menurut perkiraan WHO, ada sekitar 1.1 miliar perokok di dunia. Sepertiganya berasal dari populasi global yang berusia 15 tahun ke atas. Setiap tahun, 4,9 juta orang mati akibat rokok. Sekitar 100 juta orang telah meninggal akibat rokok pada abab ke-20. Asap rokok terdiri dari 4.000 bahan kimia, dan 43 diantaranya penyebab kanker dan kebiasaan merokok diketahui dapat menyebabkan 25 penyakit di tubuh manusia. 

Bahkan data dari Departemen Kesehatan (Depkes RI) menyatakan jika penggunaan tembakau menyebabkan penyakit dan kematian. Dan pada tahun 2001 sebanyak 22,6% dari 3320 kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakti yang berkaitan dengan tembakau. Dan berdasarkan penggunaan tembakau di Indonesia menyebabkan 9.8% kematian karena penyakitpar kronis dan emfisema pada tahun 2001.

Namun terlepas dari pada itu, banyak hasil laporan atau catatat perihal bahaya konsumsi rokok, faktanya tetap menunjukkan bahwasannya rokok adalah barang yang tetap digemari dan menjadi favorit di kalangan masyarakat Indonesia, meskipun mereka tahu bahwa rokok sebenarnya sangat beresiko pada tubuh mereka sendiri.

Sekian dulu catatan saya, kalau masih berminat mau lanjut membacanya !!. Buat Anda yang mau tahu agar tetap sehat tanpa berhenti merokok, silahkan baca postingan Rokok Itu Berbahaya, Cari Tahu Yuks Cara Menyikapinya !!. Jangan Lupa LIKE dan SHARE yaaa artikel ini.

Apa Sih Yang Terkandung Dalam Setiap Batang Rokok ?

kandungan dalam setiap batang rokok

Keberadaan rokok bagi setiap perokok aktif tentunya adalah sebuah benda yang wajib ada dan dibawa kemana serta. Namun jika sebuah pertanyaan, "Apa sih yang terkandung dalam setiap batang rokok?" itu diajukan kepada mereka, barangkali cuma segelintir orang saja yang bisa menjawab dengan jawaban  referensi yang kuatir beserta data-data yang akurat. Bagi saya selaku pecinta dan penikmat rokok, fakta bahwa belum pahamnya para perokok aktif tentang kandungan yang terdapat di dalam rokok itu sendiri membuat hati saya tergelitik, bahwasannya mereka kaum perokok aktif seolah-olah telah menjalin sebuah persekutuan dengan sesuatu yang tak mereka ketahui asal-usulnya, seperti berpetualang dalam sebuah perjalanan tanpa peta.

Kandungan yang terdapat pada rokok

Menurut ilmu kedokteran, rokok mengandung lebih kurang 4000 bahan kimia, diantaranya nikotin, tar, karbon monoksida dan hidrogen sianida. Nikotin dijumpai secara alami di dalam batang dan daun tembakau yang mengandung nikotin paling tinggi, atau sebanyak 5% dari berat tembakau itu sendiri. Nikotin merupakan racun saraf manjur (potent nerve poison) dan digunakan sebagai racun serangga. Pada suhu rendah, bahan ini bertindak sebagai perangsang dan merupakan salah satu penyebab utama mengapa merokok itu digemari dan dijadikan sebagai tabiat atau kebiasaan.

Selain tembakau, nikotin juga ditemui di dalam tumbuhan famili Solanaceae diantaranya tomat, terong ungu, kentang dan lada hijau. Nikotin dapat merangsang dan meningkatkan aktifitas, kewaspadaan atau refleksi, kecerdasan serta daya ingat. Namun di sisi lain, nikotin adalah racun yang dapat menangkal dan menghilangkan pengaruh terhadap berbagai macam obat, misalnya seperti antibiotik yang digunakan sebagai obat penangkal terhadap kuman, kuinin yang digunakan sebagai obat malaria, teofilin yang digunakan sebagai obat pereda sesak nafas, dan benzodiazepina yang merupakan sejenis obat tidur yang berdosis sangat tinggi.

Proses Kimiawi

Proses pembakaran rokok itu sendiri tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas, zat perasa yang dapat dibentuk oleh elemen Karbon (C), elemen Hidrogen (H), elemen Oksigen (O), elemen Nitrogen (N), elemen Sulfur (S) dan elemen-elemen lain yang berjumlah kecil. Rokok secara keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu sebagai (CvHwOtNySzSi).

Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok yaitu :
  1. Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen yang membentuk senyawa-senyawa seprti CO2, H2O, NOx, SOx dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800° Celcius.  Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang terkontak langsung dengan udara.
    CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800°C)) 
  2. Reaksi yang kedua adalah reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini lebih dikenal dengan pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 800°C. Sehingga rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok berada pada area temperatur 400-800°C. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya komplek.
    CvHwOtNySzSi -> 3000-an senyawa kimia lainnya + panas produk ((pada suhu 400-800°C))
Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin

Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400°C. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.

Pada temperatur dibawah 100°C nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.

Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka.

Kandungan racun pada rokok

Asap rokok mengandung ribuan bahan kimia beracun dan bahan-bahan yang dapat menimbulkan kanker (karsinogen). Berikut ini beberapa kandungan racun yang terdapat pada rokok :
  1. Tar; Tar terbentuk selama pemanasan tembakau. Tar merupakan kumpulan berbagai zat kimia yang berasal dari daun tembakau sendiri, maupun yang ditambahkan dalam proses pertanian dan industri sigaret. Tar adalah hidrokarbon aromatik polisiklik yang ada dalam asap rokok, tergolong dalam zat karsinogen, yaitu zat yang dapat menumbuhkan kanker. Kadar tar yang terkandung dalam asap rokok inilah yang berhubungan dengan resiko kanker.
  2. Nikotin; Nikotin adalah alkolid toksis yang terdapat dalam tembakau. Sebatang rokok umumnya berisi 1-3 mg nikotin. NIkotin diserap melalui paru-paru dan kecepatan absorpsinya hampir sama dengan masuknya nikotin secara intravena. Nikotin masuk kedalam otak dengan cepat dalam waktu kurang dari 10 detik. dapat melewati barrier di otak dan diedarkan keseluruh bagian otak, kemudian menurun secara cepat setelah beredar keseluruh bagian tubuh dalam waktu 15-20 menit pada penghisapan terakhir. Efek bifasik dari nikotin pada dosis rendah menyebabkan rangsangan ganglionik yang eksitasi. Tetapi pada dosis tinggi yang menyebabkan blokade gangbionik setelah eksitasi sepintas (Henningfield, JE, 1995)
  3. Karbon Monoksida; Karbon monoksida merupakan gas beracun yang tidak berwarna. Kandungannya di dalam asap rokok 2-6 %. Karbon monoksida pada paru-paru mempunyai daya pengikat (afinitas) dengan hemoglobin (Hb) sekitar 200 kali lebih kuat dari pada daya ikat oksigen (O2) dengan hemoglobin (Hb). Dalam waktu paruh  4-7 jam sebanyak 10% dari Hb dapat terisi oleh karbon monoksida  (CO) dalam bentuk COHb (Carboly Haemoglobin) dan akibatnya sel darah merah akan kekurangan oksigen yang akhirnya sel tubuh akan kekurangan oksigen. Pengurangan oksigen jangka panjang dapat mengakibatkan pembuluh darah akan terganggukarena menyempit dan mengeras. Bila menyerang pembuluh darah jantung, maka akan terjadi serangan jantung. (Henningfield, JE, 1995)
Penyakit yang diakibatkan oleh rokok

Penelitian terakhir oleh United State Surgeon General , AS menunjukkan ada 10 kanker yang disebabkan rokok. Mereka juga menemukan, pria perokok akan meninggal 13,2 tahun lebih muda dibandingkan bukan perokok. sedangkan wanita perokok meninggal 14,5 tahun lebih muda. Berikut daftar penyakit yang mengancam perokok :
  1. Mata : perokok berisiko tiga kali lebih tinggi menderita katarak yang menyebabkan kebutaan.
  2. Mulut, tenggorokan, pita suara, dan esofagus : mengakibatkan kanker mulut, tenggorokan, pita suara dan esofagus juga penyakit gusi, pilek dan kerongkongan yang kering.
  3. Gigi : perokok berisiko 10 kali lebih tinggi menderita periodontitis (gusi terbakar yang mengarah ke infeksi) yang akan merusak jaringan halus dan tulang.
  4. Paru-paru : wanita perokok 13 kali lebih besar kemungkinan terkena kanker paru-paru, sedangan pria 23 kali lebih besar. akibat lain pneumonia, bronkitis, asma, batuk kronis, dan bengek.
  5. Jantung : gagal jantung, serangan jantung, hipertensi, stroke.
  6. Perut : kanker perut dan kanker lambung.
  7. Ginjal : kanker ginjal.
  8. Pangkreas : kanker pankreas.
  9. Kantung kemih : kanker kantung kemih.
  10. Leher rahim : kanker leher rahim.
  11. Kehamilan : kemandulan bayi lahir prematur, bobot kurang, hingga keguguran.
  12. Tulang : tulang rapuh.
  13. Darah : leukimia atau kanker darah. 
Manfaat Rokok 

Bagaimanapun mengerikan ancaman bahaya merokok yang dikemukakan para ahli medis di atas namun ternyata rokok juga mempunyai manfaat baik dari sisi medis kesehatan,psikis, maupun sosiologis, diantaranya sebagai berikut :
  1. Secara kesehatan : Ternyata rokok juga bisa membantu mengurangi resiko Parkinson. Parkinson adalah hilangnya sel-sel otak yang memunculkan zat kimia Dopamine, sehingga akan berdampak pada tubuh yaitu rasa gementar, dingin, gerak lambat dan bermasalah dengan keseimbangan tubuh. Laboratorium di Amerika mempelajari 210 pria dan wanita pengidap Parkinson dan 310 sehat. Hasilnya perokok memiliki resiko lebih rendah sampai 50% terkena penyakit Parkinson. Bahkan perokok berat 70% lebih rendah terkena penyakit ini. Para peneliti juga menyatakan, orang yang mengkonsumsi teh dan cola juga memiliki faktor pengurang resiko parkinson ketimbang mereka yang hanya mengkonsumsi air putih. Racun yang ada pada teh dan cola, memungkinkan menghambat perjalanan enzim penyebab Parkinson. Begitu juga dengan nikotin sehingga lepas dari perbincangan kanker atau batuk, rokok memiliki kekuatan menghambat atau membunuh zat kimia penyebab Parkinson yang masuk ke sel otak.
  2. Manfaat psikologis : rokok memang sangat berpengaruh terhadap kondisi psikis seorang. Banyak temuan terhadap kondisi psikis seseorang, banyak temuan fakta perhal banyaknya perokok yang merasakan peningkatan konsentrasi , mood, kemampuan belajar mengurai stress dan lelah serta kemampuan memecahkan permasalahan saat mengisap rokok
  3. Manfaat secara sosiologis : Barangkali temuan fakta ini tidak atau sama sekali belum dikatakan ilmiah. Namun fakta yang terjadi di lapangan menyebutkan bahwasannya rokok telah menjadikan semacam perantara (dan Kemudian dianggap telah menjadi bagian dari kebiasaan dalam masyarakat) dalam sebuah komunikasi formal maupun informal antara dua orang atau lebih. Rokok telah biasa dicatut hingga negosiasi penting. Dalam kalimat lain “ sebatang rokok adalah negosiator terbaik kedua di dunia
Sekian dulu catatan saya, kalau masih berminat mau lanjut membacanya !!. Buat Anda yang mau tahu alasan kenapa berbisnis rokok itu menguntungkan, silahkan baca postingan Fakta Rokok Masih Menjadi Favorit dan Ladang Uang !!. Jangan Lupa LIKE dan SHARE yaaa artikel ini. (Sumber : http://www.chem-is-try.org)

    Mengenal Tembakau itu Sendiri : Bahaya dan Manfaatnya ?

    Mengenal Tembakau itu Sendiri : Bahaya dan Manfaatnya ?

    Tembakau diperbanyak dengan menyemai bijinya, setelah biji disemai di pesemaian, calon pohon tembakau dipindahkan ke bedengan ketika berusia 38-45 hari. Musim tanamnya tergantung spesiesnya. Tembakau Virginia ditanam pada akhir musim hujan dan dipanen pada musim hujan pula. Tembakau untuk cerutu ditanam pada musim kemarau dan dipanen setelah musim hujan. Tembakau biasanya tumbuh pada tanah campuran, antara tanah liat dan pasir, dengan kadar humus yang tinggi dan cukup air. Bila usianya telah mencapai 90-100 hari, sesudah daun terbawahnya mulai menguning itulah saat yang tepat untuk memanen tembakau itu sendiri.

    Di Indonesia tembakau menjadi tanaman perkebunan. Secara ekonomi, peranan tembakau cukuplah besar karena dapat menjadi sumber penghasilan masyarakat terutama untuk wilayah Jawa Timur, daerah yang terkenal sebagai penghasil tembakau terbesar di Indonesia. Sehingga tak jarang salah satu pabrik rokok terbesar dan terkenal ada di Kediri, Jawa Timur (PT. Gudang Garam. Tbk).

    Sesuai judul diatas, perihal tembakau itu sendiri saya pisahkan berdasarkan bahaya dan manfaatnya, hal ini saya sesuai dengan beberapa judul postingan saya sebelumnya yaitu merokok itu membunuh dan sejarah penggunaan tembakau. Berikut pandangan saya sebagai penulis berkaitan dengan bahaya dan manfaat tembakau.

    Bahaya Tembakau

    Daun tembakau yang batangnya dapat mencapai dua meter, mengandung alkaloid beracun diantaranya nikotin, nikotinin, nikotein dan nikotelin. Gejala utama keracunannya berupa diare, muntah-muntah, kejang-kejang dan sesak nafas. Akibat sampingan menghisap asapnya atau kata lainnya merokok, bisa menyebabkan batuk kering, asma dan sukar tidur.

    Manfaat Tembakau

    Daun tembakau dipercayai dapat berkhasiat sebagai obat tradisional meskipun sifatnya masih kontroversi namun banyak masyarakat Indonesia meyakininya. Diantaranya :
    1. Air Tembakau, misalnya dapat dipakai membersihkan luka yang kotor dan borok yang membusuk dan berulat.
    2. Getah daun tembakau, bisa digunakan atau dipakai untuk membersihkan kotoran pada luka yang bernanah atau sebagai racun yang dioleskan pada senjata tajam.
    3. Daun tembakau dapat digunakan sebagai tapal pada bisul atau bisa juga digunakan untuk mengobati perut mulas. Sedangkan rebusan daun keringnya dapat berkhasiat sebagai obat cacingan.
    Bahkan sebuah penelitian baru telah ditemukan untuk manfaat tembakau itu sendiri. Peneliti tersebut bernama Dr. Arief Budi Witarto M.Eng, seorang peneliti dari pusat penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), beliau menceritakan bahwa ternyata tembakau dapat pula menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita kanker itu sendiri.

    Dr. Arief Budi Witarto

    Dari hasil penelitian beliau tersebut telah diketahui, bahwa tanaman tembakau tidak harus diambil daun tembakaunya hanya untuk memproduksi rokok tetapi dapat dimanfaatkan sebagai reaktor penghasil protein GCSF, yaitu suatu hormon yang menstimulasi produksi darah. Selain untuk protein antikanker, GSCF juga bisa menstimulasi perbanyakan sel tunas (stemcell) yang bisa dikembangkan  untuk memulihkan jaringan tubuh yang sudah rusak.

    Sekian dulu catatan saya, kalau masih berminat mau lanjut membacanya !!. Silahkan baca postingan 15 Catatan Sejarah Pembelaan Medis Terhadap Manfaat Tembakau Jangan Lupa LIKE dan SHARE yaaa artikel ini.. (Sumber : Antara)

    Sejarah Penggunaan Tembakau : Siapa, Apa dan Dimana ?

    Sejarah Penggunaan Tembakau : Siapa, Apa dan Dimana ?

    Sebenarnya kalau kita ketahui, bahwa awal mula penemuan penggunaan daun tembakau (bahan utama untuk rokok) di dunia ini adalah untuk hal pengobatan kesehatan. Ini tak bisa disangkal, karena sejarah telah mencatat bahwasannya awal penemuan penggunaan tembakau ini dilakukan oleh para penduduk asli Amerika (Suku Indian) yang merupakan bagian terpenting dalam ritual pengobatan dan upacara.

    Hal ini berdasarkan keterangan dari sebuah kisah perjalanan rombongan para pelaut Spanyol dibawah pimpinan Christophorus (Christopher) Columbus yang menemukan dan menceritakan adanya keberadaan Benua Amerika sebuah pada kisaran tahun 1451-1506. Setelah melakukan serangkaian pendaratan di berbagai pulau di benua itu, pada tahun 2 November 1492 rombongan Colombus mendarat di Pulau Waitling, dan mereka melihat sebuah perahu lesung orang Indian yang berisi muatan, diantaranya daun-daun kering yang kelak kita dikenal sebagai tembakau (Tobacco/tobago). Orang Suku Indian memakainya dengan cara membungkus daun tembakau kering yang sudah dikeringkan lalu dibakar dan lalu gulungan daun kering tersebut dihisapnya.

    sejarah penggunakan tembakau oleh suku indian

    Dari paparan orang Suku Indian ini, mereka berkeyakinan bahwasannya asap dari daun kering yang mereka hisap itu bisa mendatangkan kenikmatan pada mereka, menciptakan rasa nyaman dan mengurangi kelelahan dari aktifitasnya seharian, Begitu juga dengan rasa penat yang sekaligus bisa langsung hilang dan berganti dengan munculnya rasa santai.

    Dari kabar telah diketemukan sebuah benua baru oleh Columbus inilah, banyak para pendatang Eropa pergi ke sana dan sekaligus menjadi awal perkenalan dunia luar benua Amerika terhadap tembakau itu sendiri. Perkenalan itu diawali oleh seorang pendatang dari Inggris yang bernama John Rolfe yang menikahi seorang putri Indian terkenal bernama Pocahontas, anak perempuan Powhatan, kaisar merah dari Virginia.

    Rolfe pun belajar pembudidayaan tembakau dari putri kaisar Indian itu dan mereka berdua berhasil menanam tembakau dalam jumlah di Varina, dekat Richmond yang belakangan disebut menjadi tempat kelahiran rokok modern. Dan nama John Rolfe tercatat dalam sejarah sebagai orang pertama kali yang mengirim daun tembakau Virginia di Eropa tepatnya pada tahun 1613.

    Perkembangan pertanian tembakau di Amerika telah menciptakan keberuntungan selama beberapa generasi. Dalam hal ini, terutama koloni kecil (Inggris) Virginia yang diambil dari nama depan Ratu Elizabeth, Virgin. Dan nama tembakau virginia inilah yang paling terkenal di seluruh dunia. Hingga pada perkembangan selanjutnya tembakau Virginia pun telah ditanam di hampir seluruh dunia, baik dari benua Asia, Eropa. maupun Afrika sekalipun.

    Sekian dulu catatan saya, kalau masih berminat mau lanjut membacanya !!. Silahkan baca postingan Bahaya dan Manfaat Tembakau dan Merokok Itu Membunuh. Jangan Lupa LIKE dan SHARE yaaa artikel ini..