Tampilkan postingan dengan label Legalitas Aborsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Legalitas Aborsi. Tampilkan semua postingan

Mengapa Wanita Memilih Tindakan Aborsi

penyebab wanita memilih tindakan aborsi

Aborsi atau disebut juga gugur kandungan adalah berhentinya kehamilan pada wanita sebelum usia kandungan mencapai 20 minggu yang menyebabkan kematian pada janin. Bagi kalangan praktisi ilmu kedokteran, suatu tindakan aborsi dibedakan menjadi dua yaitu Spontaneous abortion dan Induced abortion atau procured abortion.

Spontaneous abortion (keguguran) adalah aborsi yang disebabkan oleh faktor kecelakaan atau penyebab aborsi yang sifatnya alami. Sedangkan Induced abortion adalah proses pengguguran kandungan yang disebabkan oleh kesengajaan.

Pengguguran kandungan yang disengaja dalam hal ini berupa pengguguran yang dilakukan karena kondisi pada waktu kehamilan mengancam kesehatan ibu hamil, pengguguran karena janin yang mengalami kecacatan pada tubuh, dan pengguguran dengan alasan-alasan tertentu.

Penyebab Wanita Memilih Tindakan Aborsi

Sebenarnya secara harfiah, wanita mana yang tidak menginginkan kehamilan. Kehamilan bagi wanita merupakan suatu kabar gembira, yang mana menjadi idaman bagi pasangan suami istri sah.

Namun dalam kenyataannya, banyak kasus aborsi yang ditemukan dan dilakukan oleh wanita muda menjadikan hal ini sebagai sebuah tanda tanya besar. Mengapa wanita lebih memilih melakukan tindakan aborsi ketika sedang masa kehamilan.

Masalah plasenta

Plasenta adalah suatu organ dalam kandungan pada masa kehamilan. Peranan plasenta cukup penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Fungsinya adalah sebagai tempat pertukaran produk-produk metabolisme dan produk gas antara peredaran darah ibu dan janin serta produksi hormon.

Seringkali gangguan pada plasenta inilah yang menyebabkan seorang wanita disarankan untuk memilih tindakan aborsi. Gangguan pada plasenta menyebabkan suplai darah dari ibu ke bayi terbatas sehingga ada kemungkinan bayi akan meninggal dalam kandungan dan mengancam keselamatan ibu.

Masalah kromosom

Kelainan kromosom ketika proses pembuahan disebut Blighted Ovum. Blighted Ovum adalah keadaan dimana seorang wanita merasa hamil tetapi tidak ada janin di dalam kandungan. Telur yang dibuahi dalam rahim dan kantung kehamilan mulai berkembang tapi embrio yang dihasilkan berhenti berkembang (plasenta yang berisi cairan).

Kelainan pada rahim

Rahim atau uterus adalah organ tubuh tempat di mana janin dibesarkan. Dalam berbagai kasus aborsi yang disebabkan oleh kelainan pada rahim disebabkan oleh kondisi rahim yang abnormal. Sehingga membentuk dan mengembangkan fibroid dalam rahim yang berisiko pada janin.

Fibroid adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada rahim (uterus). Fibroid yang juga dikenal dengan nama fibroid uterus, miom, fibromiom, fibro leiomiom, atau leiomiom uteri, cukup umum terjadi, dengan tiga dari empat wanita diperkirakan menderita kondisi ini.

Ovarium polikistik sindrom

Sindrom ovarium polikistik adalah gangguan keseimbangan kadar hormonal. Pada sindrom ini, tubuh wanita memproduksi hormon laki-laki (androgen) secara berlebihan. Akibatnya wajah lebih berminyak dan rambut tumbuh secara berlebihan, terutama di tangan dan kaki.

Leher rahim melemah (Inkompetensia Serviks)

Inkompetensia Serviks adalah istilah untuk menyebut kelainan pada otot-otot mulut rahim (serviks) yang terlalu lunak dan lemah, sehingga sedikit membuka di tengah-tengah kehamilan karena tidak mampu menahan desakan janin yang semakin besar. Pada kehamilan yang normal, mulut rahim harus selalu tertutup rapat sampai masa kehamilannya berakhir, yakni setelah mencapai 37-38 minggu.

Biasanya, keadaan ini baru akan terjadi pada saat usia kehamilan sudah memasuki trimester kedua atau ketiga. Terbukanya mulut rahim sebelum waktunya ini akan menyebabkan bayi lahir prematur dan juga mengakibatkan keguguran.

Faktor gaya hidup

Banyak Wanita sekarang ini menganggap gaya hidup adalah suatu trend. Gaya hidup seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, atau menggunakan obat-obatan terlarang dapat menyebabkan keguguran.

Kehamilan yang tidak diinginkan

Kehamilan yang tidak diinginkan merupakan faktor penyebab aborsi tertinggi. Banyak wanita menganggap bahwasana kehamilannya adalah sesuatu yang tidak dia inginkan. Alasannya pun cukup beragam antara lain kehamilan karena hubungan di luar nikah (seks bebas), kehamilan karena hasil pemerkosaan, dan faktor ketidaksiapan dalam segi ekonomi.

Demikian rangkuman mengenai alasan mengapa wanita lebih memilih tindakan aborsi pada proses kehamilannya. Mengenai hal-hal lain yang masih berkaitan dengan aborsi, anda bisa melihatnya di menu legalitas aborsi yang kami bahas pada bagian tema khusus.

Referensi Informasi:
Ilustrasi gambar diambil dari www.shutterstock.com/vita khorzhevska

Fakta Seputar Aborsi Yang Perlu Untuk Diketahui

Aborsi masih menjadi perdebatan di dunia, karena menyangkut persoalan tentang penghilangan nyawa manusia. Masih tingginya aborsi di Indonesia dapat kita ketahui berdasarkan perkiraan dari BKKBN, ada sekitar 2.000.000 kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Berarti ada 2.000.000 nyawa yang dibunuh setiap tahunnya secara keji tanpa banyak yang tahu. Nah untuk lebih jelasnya berikut ini adalah fakta seputar aborsi yang perlu untuk diketahui, diantaranya :

Fakta #1 :
Jumlah kematian karena aborsi melebihi kematian perang manapun
Data statistik mengenai kasus aborsi di luar negeri khususnya di Amerika yang telah dikumpulkan oleh dua badan utama, yaitu Federal Centers for Disease Control (CDC) dan Alan Guttmacher Institute (AGI).
Hasil pendataan mereka menunjukkan bahwa jumlah nyawa yang dibunuh dalam kasus aborsi di Amerika yaitu hampir 2 juta jiwa lebih banyak dari jumlah nyawa manusia yang dibunuh dalam perang manapun dalam sejarah negara itu.
Fakta Seputar Aborsi
Gambar : Fakta Seputar Aborsi
Sebagai gambaran, jumlah kematian orang Amerika dari tiap-tiap perang adalah:
1.   Perang Vietnam – 58.151 jiwa
2.   Perang Korea – 54.246 jiwa
3.   Perang Dunia II – 407.316 jiwa
4.   Perang Dunia I – 116.708 jiwa
5.   Civil War (Perang Sipil) – 498.332 jiwa

Secara total, dalam sejarah dunia, jumlah kematian karena aborsi jauh melebihi jumlah orang yang meninggal dalam semua perang jika digabungkan sekaligus. (sumber : http://www.aborsi.org)

Fakta #2 :
Jumlah kematian karena aborsi melebihi semua kecelakaan
Menurut James K. Glassman dari The Washington Post pada tahun 1996, jumlah kematian akibat aborsi 10 kali lebih banyak daripada semua kecelakaan yang masih ditambah kasus bunuh diri maupun pembunuhan.

Data kecelakaan di Amerika menunjukkan:
1.   Kecelakaan karena jatuh – 12.000
2.   Kecelakaan karena tenggelam – 4.000
3.   Kecelakaan karena keracunan – 6.000
4.   Kecelakaan mobil – 40.000
5.   Bunuh diri – 30.000
6.   Pembunuhan – 25.000

Jumlah kematian karena aborsi selalu melebihi kematian karena kecelakaan, bunuh diri ataupun pembunuhan di  seluruh dunia. (sumber : http://www.aborsi.org)

Fakta #3 :
Jumlah kematian karena aborsi melebihi segala penyakit
Daniel S. Green dari Washington Post mengatakan bahwa pada tahun 1996, di Amerika setiap tahun ada 550.000 orang yang meninggal karena kanker dan 700.000 meninggal karena penyakit jantung. Jumlah ini tidak seberapa dibandingkan jumlah kematian karena aborsi yang mencapai hampir 2 juta jiwa di negara itu. Dan secara keseluruhan, di seluruh dunia, aborsi adalah penyebab kematian yang paling utama dibandingkan kanker maupun penyakit jantung. (sumber : http://www.aborsi.org)

Fakta #4 :
Tindakan aborsi melonjak pada wanita berusia 40 tahun
Jumlah wanita yang melakukan aborsi telah meningkat hampir sepertiga dalam satu dekade terakhir. Hal ini terjadi kebanyakan pada wanita usia 40-an tahun. Wanita dewasa, termasuk yang masih lajang maupun telah bercerai, lebih menikmati hubungan yang santai dan cenderung mengambil resiko dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Dilansir dari laman Daily Mail, Minggu, 29 Mei 2011, sekitar 8.179 wanita berusia 40 tahun atau lebih melakukan aborsi tahun lalu. Di sisi lain, lebih dari 650 wanita berusia di atas 45 tahun juga melakukannya. Direktur Eksekutif dari British Pregnancy Advisory Service, Anne Furedi, berkata ia meyakini peningkatan tersebut akibat wanita masa kini memiliki aktivitas seksual lebih lama dibandingkan wanita dahulu. Menurutnya, di usia 40 tahun wanita melihat diri mereka sebagai pemain dalam aktivitas seksual meskipun mereka tidak dalam suatu hubungan atau dikatakan menikah.

Angka ini sangat menyedihkan, jika hal ini terjadi pada usia remaja, ketidaktahuan terkadang menjadi alasan. Namun, ini terjadi pada wanita usia sekitar 40 tahun. Sudah seharusnya mereka memiliki pengetahuan mengenai hal ini. Tampak luar biasa bukan, dimana dalam usia sematang itu wanita justru cenderung melakukan tindakan yang sembrono sepertihalnya aborsi. (sumber : http://www.tempo.co)

Fakta #5 :
Setiap aborsi membunuh seorang membunuh seorang manusia yang tidak bersalah
Banyak pakar di bidang kedokteran dan biologi menyadari bahwa setiap aborsi itu membunuh seorang manusia yang tidak bersalah. Mereka berpendapat bahwa setiap kehidupan baru dimulai pada saat pembuahan, dimana kehidupan manusia ada di dalam rahim sejak awal kehamilan. Dan dengan melakukan aborsi, kita secara mutlak telah mengakhir suatu kehidupan itu sendiri.

Fakta #6 :
Kurang dari 1% dari semua aborsi bertujuan untuk menyelamatkan nyawa sang ibu
Seorang Dr Landrum Shettles mengatakan bahwa kurang dari 1% dari semua aborsi bertujuan untuk menyelamatkan nyawa sang ibu. Hal ini semakin memperjelas tentang maksud dan tujuan aborsi sebagai suatu tindakan membunuh seorang yang tidak bersalah. (Landrum Shetlles and David Rorvik, Rites of Life (Grand Rapids, Mich.: Zondervan Publishing House, 1983), 129.)

Fakta #7 :
Tingginya angka bunuh diri pasca wanita melakukan aborsi
Tingkat bunuh diri perempuan yang melakukan aborsi adalah 6 - 7 kali lebih besar daripada wanita yang melahirkan bayinya secara normal.

Fakta #8 :
Tidak adanya solusi alternatif selain aborsi
79% pelaku tidak punya informasi mengenai solusi alternatif. Dari semua wanita antara 15-44 tahun, 2 dari 100 pelaku melakukan aborsi. Lebih dari 48% dari jumlah yang sudah memiliki 1 atau lebih aborsi sebelumnya. 52% perempuan yang melakukan aborsi berada di bawah 25 tahun. 19% dari mereka adalah remaja dan 33% dari mereka adalah perempuan antara 20-24 tahun 

Sekian dulu catatan saya, kalau masih berminat mau lanjut membacanya !!. Silahkan baca postingan Mau Aborsi ? Pahami Dulu Resikonya.. !! Jangan Lupa LIKE dan SHARE yaaa artikel ini..  

Pertimbangan Untuk Memilih Klinik Aborsi

Pertimbangkan untuk Memilih Klinik Aborsi

Jika anda mempertimbangkan untuk mengunjungi klinik aborsi, sebaiknya anda tahu apa konsekuensinya bagi masa depan anda. Anda tidak perlu mengambil keputusan secara terburu-buru. Bersikap tenang dan ambil kesempatan untuk berfikir. Jangan biarkan orang lain menyarankan anda untuk melakukan aborsi, anda yang harus mengambil keputusan. Hubungi hotline atau layanan kesehatan reproduksi yang dapat memberi anda informasi mengenai beberapa pilihan yang dapat anda ambil.

Berikut ini adalah beberapa saran mengenai klinik aborsi sebelum anda memutuskan untuk mendatangi klinik tersebut.

Lakukan tes urin atau tes darah untuk memastikan anda benar-benar hamil.
Bisa jadi anda tidak benar-benar hamil, laboratorium kesehatan dapat memberikan pelayanan yang dapat membantu anda mengetahui kepastian mengenai kehamilan anda. Anda juga dapat memperoleh informasi yang berhubungan dengan keadaan anda, sesuai dengan yang anda butuhkan.

Konfirmasi kehamilan anda dengan dokter yang tidak melakukan prosedur aborsi.
Pada beberapa kasus, klinik aborsi tidak memberikan informasi yang benar terhadap pasien dengan tujuan agar pasien tetap memutuskan melakukan aborsi. Untuk mendapatkan masukan medis mengenai aborsi sebaiknya anda berbicara dengan dokter yang professional yang tidak memiliki kepentingan dengan keputusan aborsi anda.

Lakukan tes ultrasound
Anda dapat melakukan tes ultrasound di pusat-pusat perawatan kesehatan di kota anda. Melalui tes ini anda dapat mengetahui usia kehamilan dan apakah kehamilan terjadi di dalam kandungan atau di luar kandungan.

Ingat nama dokter yang melakukan prosedur aborsi.
Klinik atau dokter yang melakukan prosedur aborsi harus memperhatikan keadaan anda, salah satunya adala dengan mudah dihubungi pada saat anda membutuhkan informasi yang berhubungan dengan kesehatan anda setelah tindakan aborsi. Tanya namanya dan catatlah.

Jangan menandatangani apapun yang menyatakan bahwa dokter yang melakukan prosedur aborsi terbebas dari tanggung jawab terhadap resiko yang mungkin terjadi.
Banyak perempuan yang mengatakan bahwa mereka menjadi bingung secara emosional pada saat mereka harus menandatangani pernyataan yang seakan-akan “ setelah selesai, keluar dan selesai”. Jika klinik aborsi meminta anda untuk menandatangi pernyataan semacam ini , baca dengan teliti dan berfikirlah sejenak. Jika ada yang tidak anda mengerti, tanyakan untuk lebih jelasnya. Jika anda tidak puas dengan jawabannya, terus paksa mereka menjawab lebih detail. Jangan terburu-buru dalam memutuskan sesuatu karena apa yang anda tanda tangani dapat member akibat bagi masa depan anda. Anda masih bisa membuat jadwal ulang jika anda belum yakin.

Ketahui bahwa anda punya hak ketika memutuskan aborsi.

Adalah melawan hukum bagi siapapun yang memaksa anda melakukan aborsi. Sekalipun itu adalah suami atau orangtua anda sendiri, jika itu bertentangan dengan kehendak anda, sekalipun jika anda masih berada di bawah umur. Hukum di beberapa Negara juga mengharuskan klinik untuk memberi anda informasi berikut :
1. Komplikasi yang mungkin terjadi
2. Perkembangan janin
3. Lembaga yang dapat membantu anda melakukan prosedur aborsi.

Pastikan bahwa klinik aborsi bersih dan sehat
Banyak perempuan yang melaporkan bahwa tempat di mana mereka melakukan aborsi tidak bersih, berdebu atau bahkan berbau tidak enak. Infeksi bisa terjadi karena kondisi yang tidak bersih dan sehat. Jika anda ke klinik aborsi, jangan lupa untuk menanyakan prosedur kebersihan dan kesehatan yang mereka miliki dan cek apakah ruang tempat melakukan prosedur aborsi sesuai dengan standar sanitasi. Jika mereka tidak memberikan informasi yang jelas untuk menggambarkan kondisi sanitasi klinik, sebaiknya anda meminta izin untuk keluar dan meminta kembali uang yang telah anda bayarkan.

Sadari bahwa anda dapat merubah keputusan anda bahkan hingga menit-menit terakhir.
Banyak perempuan yang pernah melakukan aborsi menyebutkan bahwa mereka harus melakukan prosedur aborsi karena mereka terlanjur masuk ke dalam ruangan klinik. Beberapa mengatakan bahwa mereka menunggu di atas meja operasi dengan harapan menunggu pasangan mereka “ menyelamatkan” mereka pada detik-detik terakhir. Beberapa klinik bahkan menyebutkan bahwa mereka tidak dapat mengambil kembali uang yang telah di bayarkan jika prosedur aborsi di batalkan.

Ketahui bahwa anda tidak sendiri
Perempuan yang merasa bahwa aborsi adalah pilihan mereka seringkali merubah keputusan mereka setelah mendatangi care center dan memahami layanan support yang tersedia. Tidak ada masalah besar yang tidak dapat di selesaikan dengan dukungan yang besar.

Faktor dan Penyebab Aborsi

Penyebab Aborsi

Seperti yang sudah dibahas pada postingan yang sebelumnya dengan judul Pengertian Dan Jenis Aborsi, kali ini saya menjelaskan beberapa faktor dan penyebab aborsi itu dilakukan. Berdasarkan beberapa sumber yang saya peroleh, aborsi disebabkan oleh dua faktor diantaranya adalah faktor kesehatan atau keselamatan sang ibu hamil dan janin itu sendiri dan faktor yang disebabkan oleh kesengajaan untuk melakukan tindakan tersebut.

A. Faktor Kesehatan dan Keselamatan Ibu Hamil dan Janin (Rekomendasi Medis)

Dalam dunia kesehatan, tindakan aborsi bisa atau boleh dilakukan dengan motif untuk melakukan tindakan penyelamatan pada sang ibu hamil. Sesuai dengan yang dijelaskan dalam pasal 15 (1) UU Kesehatan Nomor 23/1992 disebutkan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu. Keadaan darurat di sini dapat diartikan seperti :
  1. Kondisi dimana rahim perempuan hamil yang tidak kondusif untuk perkembangan janin
  2. Dalam beberapa kasus medis, ada perempuan yang mengalami kerusakan atau kelainan pada organ reproduksi sehingga berbahaya bagi janin. Jika dokter mendiagnosis ada kerusakan maka aborsi bisa dilakukan.
  3. Kelainan genetik yang akan memnyebabkan kelainan pada anak setelah lahir. Kelainan genetik ini dapat diketahui dengan bantuan tes darah. Jika hasilnya tidak memuaskan maka aborsi dapat dilakukan.
  4. Kondisi dimana pertumbuhan janin bisa membahayakan kesehatan ibu yang membawanya ke ambang kematian. Dalam kasus ini, perempuan dapat melakukan aborsi untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
  5. Jika seorang perempuan menderita penyakit seperti penyakit jantung, AIDS atau penyakit menular seksual.
B. Faktor Aborsi Yang Disebabkan Tanpa Rekomendasi Medis
  1. Kondisi yang disebabkan oleh faktor ekonomi dimana dari pihak pasangan suami istri yang sudah tidak mau menambah anak lagi karena kesulitan biaya hidup.
  2. Kondisi dimana lebih disebabkan oleh faktor psikologis, dimana pada perempuan yang harus menanggung akibat dari kehamilannya yang disebabkan oleh tindakan pemerkosaan, korban hasil hubungan saudara sedarah, atau korban dari hubungan ayah kandung ataupun anggota keluarga dalam satu lingkup rumah tangga.
  3. Adanya desakan dari orang tua dan kecaman sosial terhadap perempuan yang hamil di luar nikah.
  4. Kondisi dimana banyak perempuan menikah yang kehamilannya di tentang oleh si suami memilih untuk aborsi karena si suami tidak mau membesarkan anak bersama sebagai orang tua. 
Sekian dulu catatan saya, kalau masih berminat mau lanjut membacanya !!. Silahkan baca postingan Fakta seputar aborsi yang perlu untuk diketahui. Jangan Lupa LIKE dan SHARE yaaa artikel ini..  

    Macam-Macam Teknik Melakukan Aborsi

    Perlu untuk dipahami terlebih dahulu, bahwa pada dasarnya menggugurkan kandungan dengan cara-cara yang seperti ini sangat tidak dianjurkan secara medis atau ilmu kedokteran. Karena resiko dan efek samping yang ditimbulkan pasca tindakan tersebut dapat berpengaruh pada fisik dan mental sang ibu hamil. Melakukan tindakan aborsi secara sendiri atau pun tanpa diikuti rekomendasi medis yang mengharuskan dilakukan pengguguran kandungan, tidak bisa dianggap legal karena sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana baik pihak si ibu hamil maupun pihak yang membantu proses aborsi dapat dikenakan sangsi hukuman penjara. 

    Dalam KUHP Bab XIX Pasal 346 s/d 350 dinyatakan sebagai berikut :

    • Pasal 346 : “Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun”.
    • Pasal 347 : (1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut,diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
    • Pasal 348 : (1) Barang siapa dengan sengaja menggunakan atau mematikan kandunga seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut,diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
    • Pasal 349 : “Jika seorang dokter, bidan atau juru obat membantu melakukankejahatan berdasarkan pasal 346, ataupun membantu melakukan salah satu kejahatan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat dditambah dengan sepertiga dandapat dicabut hak untuk menjalankan pencaharian dalam manakejahatan dilakukan”.

    Macam-Macam Teknik Melakukan Aborsi
    Gambar : Macam-Macam Teknik Melakukan Aborsi
    Cara-cara dibawah ini bertujuan hanya sebagai bahan informasi atau pengetahuan tambahan, namun saya tidak menganjurkan untuk dilakukan. Berikut cara menggugurkan kandungan secara tradisional yang sering dilakukan pada klinik-klinik aborsi ilegal :

    Cara Menggugurkan Kandungan dengan obat / PIL
    Cara Aborsi kandungan dengan cara mengkonsumsi obat atau PIL berisi hormon yang menekan pertumbuhan janin dan menghambat alur makanan dari plasenta ke janin sehingga janin tidak berkembang hingga mati dan keluar dengan sendirinya dari tubuh wanita.

    Cara Menggugurkan Kandungan dengan Racun Garam / Saline – Salt Poisoned
    Cara Aborsi kandungan dengan cara mengganti sebagian air ketuban wanita dengan larutan garam yang bersifat racun dengan tujuan meracuni organ janin hingga tampak seperti terbakar dan berwarna hitam.

    Cara Menggugurkan Kandungan dengan Suntikan Methotrexate / MTX
    Cara Aborsi dengan cara memberi suntikan MTX yang bersifat racun kepada wanita dengan tujuan meracuni janin di dalam rahim sehingga janin mati di dalam rahim dan keluar dari tubuh wanita.

    Cara Menggugurkan Kandungan dengan Penyedotan / Suction Curettage
    Cara Aborsi kandungan dengan menggunakan mesin penyedot dengan ujung tajam untuk membunuh janin dan memotong janin menjadi bagian kecil. Bersama dengan bagian kecil tersebut plasenta kemudian disedot hingga terkumpul dalam satu wadah khusus berupa botol.

    Cara Menggugurkan Kandungan dengan Dilatasi dan Kerokan
    Cara Aborsi kandungan dengan menggunakan pisau tajam terbuat dari baja yang digunakan untuk memotong-moting tubuh kecil janin hingga menjadi serpihan-serpihan kemudian diakhiri dengan pembersihan menggunakan alat keruk untuk mengerok plasenta yang tertanam di dinding rahim

    Cara Menggugurkan Kandungan dengan Dilatasi dan Evakuasi / D&E
    Cara Aborsi dengan menggunakan pisau baja tajam dan alat berupa tang untuk memotong dan menghancurkan tulang-tulang janin hingga berkeping-keping kemudian diangkat satu demi satu hingga bersih dari dalam rahim wanita.

    Sekian dulu catatan saya kali ini, kalau masih berminat mau lanjut membacanya !!. Silahkan baca postingan Menjawab Perdebatan Pangaturan Aborsi Pada PP No 16/2014 !! Jangan Lupa LIKE dan SHARE yaaa artikel ini..  

    Mau Melakukan aborsi, Pahami Dulu Resikonya

    Mau Melakukan Aborsi, Pahami Dulu Resikonya
    Gambar : Mau Melakukan Aborsi, Pahami Dulu Resikonya
    Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia “tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang”. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi.

    Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi:
    1. Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik
    2. Resiko gangguan psikologis
    Resiko kesehatan dan keselamatan fisik
    Pada saat melakukan aborsi  dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu:
    1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat
    2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
    3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
    4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
    5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya
    6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
    7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
    8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
    9. Kanker hati (Liver Cancer)
    10. Kelainan pada placenta atau ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
    11. Menjadi mandul atau tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
    12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
    13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)
    Resiko kesehatan mental
    Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.

    Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam “Psychological Reactions Reported After Abortion” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994).

    Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini:
    1. Kehilangan harga diri (82%)
    2. Berteriak-teriak histeris (51%)
    3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)
    4. Ingin melakukan bunuh diri (28%)
    5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%)
    6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)
    Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya.

    (Sumber : http://www.aborsi.org)

    Sekian dulu catatan saya, kalau masih berminat mau lanjut membacanya !!. Silahkan baca postingan Macam-Macam Teknik Melakukan Aborsi. !! Jangan Lupa LIKE dan SHARE yaaa artikel ini..